Obat Tradisional | Obat Alam | Obat Non Kimia | Obat Kebun Sendiri | Obat Apotik Hidup
Cacingan merupakan penyakit yang tinggi terjadi di Indonesia, penyakit ini biasanya masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan yang tidak bersih dan tidak di masak terlebih dahulu karena makanan ini sudah kotor oleh lalat. Makanan yang demikian lah yang menyebabkan cacingan pada manusia.
Cacing pada umumnya menyukai hidup di daerah yang kotor dan lembab, kecuali cacing yang hidup di tubuh manusia. Tapi bukan berarti orang yang sudah hidup bersih tidak cacingan karena bisa saja cacing di bawa oleh orang lain. Cacing biasanya meningkat di saat musim penghujan karena cacing menyukai daerah yang lembab.
Cacing pada umumnya menyukai hidup di daerah yang kotor dan lembab, kecuali cacing yang hidup di tubuh manusia. Tapi bukan berarti orang yang sudah hidup bersih tidak cacingan karena bisa saja cacing di bawa oleh orang lain. Cacing biasanya meningkat di saat musim penghujan karena cacing menyukai daerah yang lembab.
Cacing mempunyai banyak jenis tapi cacing yang suka hidup di usus manusia ada tiga yaitu cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang. Untuk mempertahankan hidupnya maka cacing harus makan maka dari itu cacing akan makan apa saja yang terdapat di dalam perut manusia. Apabila perkembangbiakannya sudah banyak di dalam perut maka otomatis yang makan pun banyak maka itu akan menyebabkan tersumbatnya saluran pencernaan manusia.
Beberapa jenis cacing sangat potensial untuk menimbulkan infeksi pada anak-anak. Dan untuk selanjutnya mereka akan menjadi sumber penularan bagi infeksi berikutnya yang sangat potensial. Keadaan yang demikian inilah yang menyebabkan infeksi akibat parasit cacing sukar diatasi secara tuntas. Penderita yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, merupakan sumber penularan bagi orang-orang dekat di sekitarnya
- Cacing gelang. Cacing betinanya yang panjangnya kira-¬kira 20-30 cm ini mampu bertelur 200.000 telur per harinya. Dalam waktu lebih kurang 3 minggu telur ini akan berisi larva yang bersifat infektif, yang dapat menjadi sumber penularan jika secara tidak sengaja mencemari makanan/minuman yang kita konsumsi. Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus halus, sehingga akan mengambil nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh kita dan menimbulkan kerusakan pada` lapisan usus tersebut. Akhirnya timbullah diare dan gangguan penyerapan sari-sari makanan tersebut. Bahkan pada keadaan yang berat, larva dapat masuk ke paru sehingga membutuhkan tindakan operatif.
- Cacing cambuk (Trichuris trichiura). Cacing ini juga menghisap sari makanan yang kita makan. Dia menghisap darah dan hidup di dalam usus besar. Cacing betinanya bisa bertelur 5 ribu-10 ribu butir per hari. Biasanya infeksi cacing ini menyerang pada usus besar. Infeksinya sering menimbulkan perlakaan usus, karena kepala cacing dimasukkan ke dalam permukaan usus penderita. Pada infeksi yang ringan biasanya hanya timbul diare saja. Tetapi pada infeksi yang berat, hampir pada sebagian besar permukaan usus besar dapat ditemukan cacing jenis ini. Akibatnya diare yang terjadi juga relatif berat dan dapat berlangsung terus menerus. Karena juga dapat menyebabkan perlukaan usus, maka anemia sebagai komplikasi perdarahan merupakan akibat yang tidak begitu saja dapat dianggap ringan. Inilah sebetulnya akibat-akibat infeksi cacing yang tidak pernah kita perkirakan selama ini dan proses yang merugikan itu berlangsung terus tanpa kita sadari. Infeksi cacing biasanya menimbulkan anemia.
- Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Inilah cacing yang paling ganas, karena ia menghisap darah. Cacing betinanya bisa bertelur 15 ribu-20 ribu butir per hari. Penularannya cepat, karena larva cacing tambang sanggup menembus kulit kaki dan selajutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam usus. Cacing dewasa bertahan hidup 2-10 tahun. Cacing tambang ini menimbulkan perlukaan pada permu-kaan usus, sehingga perdarahan dapat terjadi secara lebih berat dibanding dengan infeksi cacing jenis lainnya. Perdarahan yang lebih berat ini disebabkan karena mulut (stoma) cacing mengerat permukaan usus. Bahkan satu ekor cacing saja dapat menyebabkan kehilangan darah sebanyak 0,005¬0,34 cc sehari. Mengingat itu semua, maka infeksi cacing tambang merupakan penyebab anemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak, sehingga dapat mempengaruhi daya tahan tubuhnya dan menurunkan prestasi belajarnya.
- Cacing kremi. Cacing ini mirip kelapa parut, kecil-kecil dan berwarna putih. Awalnya, cacing ini akan bersarang di usus besar. Saat dewasa, cacing kremi betina akan pindah ke anus untuk bertelur. Telur-telur ini yang menimbulkan rasa gatal. Bila balita menggaruk anus yang gatal, telur akan pecah dan larva masuk ke dalam dubur. Saat digaruk, telur-telur ini bersembunyi di jari dan kuku, sebagian lagi menempel di sprei, bantal atau pakaian. Lewat kontak langsung, telur cacing menular ke orang lain. Lalu siklus cacing dimulai lagi.
Kata Kunci/ keyword Terkait dengan artikel ini :
obat
tradisional,obattradisional,darah tinggi,pelangsing,obatkuat,kanker
rahim,jamu tradisional,penyakit kanker,penyakit diabetes,ramuan jamu
tradisional,gejala penyakit jantung,penyembuhan kanker,jamu
kuat,penyakit gula,tanaman tradisional,terapi diabetes,penyakit diabetes
melitus,penyembuhan jantung,mengobati diabetes,mengatasi
diabetes,penyembuhan stroke,cara mengatasi diabetes,cara mengobati
diabetes,penyembuhan diabetes,dr boyke dian nugraha,jamu kuat pria,jamu
kuat lelaki,jamu kuat tradisional,cara mengobati penyakit diabetes,jamu
diabetes,cara penyembuhan diabetes,keladi tikus kapsul,jamu tradisional
kuat lelaki,0bat kuat,penyakit diabetes dan pengobatannya,Manfaat bunga Hibiscus ,Cacingan, Jenis cacing, Buncis Untuk Kesehatan tubuh Kita

No comments:
Post a Comment